Rabu, 04 Oktober 2023

Gratitude Journal Untuk Remaja dan Mahasiswa, Latih Cara Bersyukur


 Pernah nggak sih kalian bingung bagaimana cara mengungkapkan rasa bersyukur? Kebahagiaan dan ketenangan hati sangat tergantung salah satunya pada kemampuan kita dalam bersyukur (Gratitude) nikmat yang sudah datang dan sedang kita capai. Gratitude merupakan suatu emosi yang menyenangkan dengan diawali terbentuknya suatu persepsi bahwa dirinya mendapat suatu manfaat dari pemberian orang lain dan didasarkan pada setelah menerima manfaat dari agen sosial. Ada banyak sekali cara untuk mengapresiasiasi cara bersyukur. Salah satunya dengan gratitude journal yaitu sebuah buku harian yang berisi hal-hal dalam hidup yang kamu syukuri. Hal ini merupakan aktivitas yang sederhana, tidak membutuhkan energi kognitif yang tinggi, dapat dilakukan oleh siapapun yang dapat menulis, dan dapat kamu lakukan dimana saja dan kapan saja (Imaniyah & Kamila, 2022).

    Bagaimana cara menulis gratitude journal? Yuk simak tips menurut Syifa Salsabila Ramadhani dari riliv!

  • Tulis hal-hal spesifik mengenai apa yang membuatmu bersyukur?
  • Tengok juga sisi negatif untuk kamu tulis dalam gratitude journal
  • Jangan lupakan hal kecil dalam hidup
  • Hindari penulisan berulang, kamu bisa lebih kreatif!
  • Masih bingung mau tulis apa di gratitude journal? Coba jawab pertanyaan seperti apa yang kamu senangi dari teman/pasanganmu? apa yang kamu senangi dari dirimu? apa yang kamu nantikan hari ini atau esok hari?

    Mudah kan? Kalau males buat nulis di buku sekarang banyak banget aplikasi journaling yang bisa digunakan di handphone atau tab! Akan tetapi penelitian juga menunjukkan bahwa dampak intervensi rasa syukur terhadap gejala depresi dan kecemasan relatif kecil. Oleh karena itu, kami tetap merekomendasikan individu yang ingin mengurangi gejala depresi dan kecemasan untuk melakukan intervensi yang memiliki bukti lebih kuat dan menghubungi tenaga professional (Cregg & Cheavens, 2021). Jadi kalau merasa sudah tidak kuat lagi, jangan lupa untuk cari bantuan ke psikolog atau psikiater terdekat ya!

Nah, apakah kalian sudah berniat untuk membuat jurnal ini? 


Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental dan Bagaimana Caranya?


    Usia remaja dan mahasiswa merupakan masa krusial dalam perkembangan hidup seseorang. Tentunya setiap individu pasti menginginkan momen ini menjadi suatu kenangan yang bahagia dan indah. Namun, dalam prosesnya manusia tidak dapat terlepas dari berbagai permasalahan kehidupan yang dihadapinya. Ketika kita stress akibat suatu permasalahan dan tidak bisa mencari jalan keluarnya, mengakibatkan kita mudah jatuh sakit karena pikiran yang tidak tenang. Pada dasarnya kondisi mental setiap orang berbeda-beda, ada yang bisa menanggapi masalah tersebut dengan baik dan hati yang tenang. Sebaliknya ada juga yang menanggapi masalah tersebut dengan rasa takut, kecewa, serta marah. Banyak masyarakat yang hanya mementingkan kesehatan fisik dibandingkan kesehatan mental. Padahal, kesehatan mental bisa berdampak juga bagi kesehatan fisik.


    Lantas langkah-langkah apa saja yang bisa kita ambil untuk mengatasi stressor yang kita terima? 

  • Belajar menerima suatu masalah yang sulit diatasi atau hal-hal yang tidak dapat diubah.
  • Selalu berpikir positif dan memandang bahwa segala sesuatu yang terjadi di dalam hidup ada hikmahnya.
  • Meminta saran dari orang terpercaya untuk mengatasi masalah yang sedang dialami (bisa dari keluarga atau teman dekat).
  • Belajar mengendalikan diri dan selalu aktif dalam mencari solusi.
  • Melakukan aktivitas fisik, meditasi, atau teknik relaksasi guna meredakan ketegangan emosi dan menjernihkan pikiran.
  • Melakukan hal-hal baru yang menantang dan lain dari biasanya guna meningkatkan rasa percaya diri.
  • Menyisihkan waktu untuk melakukan hal-hal yang disukai.
  • Melibatkan diri dalam kegiatan-kegiatan sosial untuk membantu orang lain. Cara ini dapat membuat seseorang lebih tabah dalam menghadapi masalah, terutama jika bisa membantu seseorang yang memiliki masalah lebih berat dari yang dialaminya.
  • Menghindari cara-cara negatif untuk meredakan stres, misalnya merokok, mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan, atau menggunakan narkoba.
  • Bekerja dengan mengedepankan kualitas bukan kuantitas, agar manajemen waktu lebih baik dan hidup juga lebih seimbang.
  • Latihan fisik/berolahraga dalam bentuk apapun untuk menjaga kebugaran fisik.
  • Melakukan peregangan tubuh, tertawa, menarik nafas Panjang, mendengarkan music, menikmati matahari pagi, perbanyak makan buah dan sayur, lebih banyak mendengarkan, mensyukuri anugerah, dan dududuk sambal bersantai.
  • Melakukan konseling dengan para ahli.
(Sumber: kemenkes, 2022)

Apakah Kita Dalam Kondisi Mental Yang Sehat?


Bagaimana cara kita mengetahui bahwa kondisi mental kita sehat?

   


 Menurut WHO (World Health Oganization) karakteristik seseorang yang memiliki mental yang sehat itu meliputi: mampu belajar sesuatu dari pengalaman, mampu beradaptasi, lebih senang memberi daripada menerima, lebih cenderung membantu daripada dibantu, memiliki rasa kasih sayang, memperoleh kesenangan dari segala hasil usahanya, menerima kekecewaan dengan menjadikan kegagalan sebagai pengalaman, dan selalu berpikir positif (positive thinking).

Menurut Fakhriyani (2022)

Aspek Pribadi

Karakteristik

Fisik

  • Perkembangannya normal.
  • Berfungsi untuk melakukan tugas-tugasnya.
  • Sehat, tidak sakit-sakitan.

Psikis

  • Respek terhadap diri sendiri dan orang lain.
  • Memiliki insight dan rasa humor.
  • Memiliki respons emosional yang wajar.
  • Mampu berpikir realistik dan objektif.
  • Terhindar dari gangguan-gangguan psikologis.
  • Bersifat kreatif dan inovatif.
  • Bersifat terbuka dan fleksibel, tidak difensif.
  • Memiliki perasaan bebas untuk memilih, menyatakan pendapat dan bertindak.

Sosial

  • Memiliki perasaan empati dan rasa kasih sayang (affection) terhadap orang lain, serta senang untuk memberikan pertolongan kepada orang-orang yang memerlukan pertolongan (sikap altruis).
  • Mampu berhubungan dengan orang lain secara sehat, penuh cinta kasih dan persahabatan.
  • Bersifat toleran dan mau menerima tanpa memandang kelas sosial, tingkat pendidikan, politik, agama, suku, ras atau warnakulit.

Moral-religius

  • Beriman kepada Allah, dan taat mengamalkan ajaran-Nya.
  • Jujur, Amanah (bertanggung jawab) dan ikhlas dalam beramal.

Apa Itu Mental Health?


Apa sih kesehatan mental itu? menurut WHO (world health organization) “Mental Health” merupakan kesejahteraan individu yang memiliki kesadaran akan potensi dirinya, memiliki kemampuan untuk menghadapi tekanan kehidupan sehari-hari, dapat bekerja secara efektif dengan hasil yang positif, dan memiliki kapasitas untuk berperan aktif dalam komunitasnya.

Selain itu (Fakhriyani, 2022) kesehatan mental juga bisa didefinisikan kesehatan pada aspek perkembangan seseorang, baik dari segi fisik maupun psikisnya. Kesehatan ini mencakup tindakan-tindakan seseorang dalam mengatasi stress, kemampuan dalam menyusuaikan diri, hubungan intrapersonal, dan kemampuan dalam pengambilan keputusan.

Gratitude Journal Untuk Remaja dan Mahasiswa, Latih Cara Bersyukur

  Pernah nggak sih kalian bingung bagaimana cara mengungkapkan rasa bersyukur? Kebahagiaan dan ketenangan hati sangat tergantung salah satun...